Filosofi Dasar Tenaga Dalam

Filosofi Dasar Tenaga Dalam

Pada kesempatan ini kami akan berbagi pengetahuan mengenai filosofi dasar Tenaga Dalam. Mungkin, ada beberapa poin yang sama dengan referensi artikel yang ada di internet atau di buku-buku mengenai hal ini.

Tidak apa-apa, semuanya bagus dan saling melengkapi.

1. Pengertian Tenaga Dalam

Kita batasi hanya dalam arti “potensi jiwa dan raga manusia yang pasif bila tidak di bangkitkan, di latih, di olah dan di manfaatkan untuk meningkatkan kualitas jasmani dan spiritual manusia”.

Jadi tenaga dalam ini, sifat dasarnya adalah pasif. Dan akan menjadi aktif dalam kondisi tertentu. Bisa karena di bangkitkan, terbangkitkan atau bisa juga telah aktif sejak lahir karena beberapa faktor khususiyah.

Karena di sebut potensi jiwa dan raga manusia, maka tenaga dalam yang di maksud dalam artikel ini, adalah murni berasal dari ruang lingkup tubuh manusia atau internal tubuh manusia itu sendiri. bukan dari faktor eksternal.

Jadi, semua proses tenaga dalam yang dimaksud dalam artikel ini adalah bersifat alami. Mengikuti hukum alam yang Tuhan ciptakan.

Bukan mengada-ngada atau di ada-adakan. Bagi yang belum paham, pasti akan menyebut tenaga dalam adalah hal yang mengada-ngada atau di ada-adakan. Tidak apa. Tidak perlu berdebat.

Biarlah, tidak perlu banyak bicara.

Kita tidak dapat memberikan ilmu ke dalam dada manusia kecuali Tuhan YME sendiri yang mampu. Tentunya bilamana orang tersebut memang menghendaki untuk paham akan ilmu-Nya….

Ok, saya rasa cukup jelas.

2. Unsur Dominan dalam Tenaga Dalam

Penulis hanya mengupas satu unsur saja. yaitu unsur Udara, Angin, Nafas…

a. Pernafasan

Nafas adalah unsur utama dalam urusan tenaga dalam. Dalilnya, silahkan baca buku ilmu pengetahuan alam kelas 5 SD mengenai pernafasan.

Lho, itu kan ilmu mengenai pernafasan. Bukan mengenai tenaga dalam? Memang betul…

Silahkan gunakan pikiran dan logika anda. Apakah orang mempunyai tenaga, ketika ia sudah tidak mampu bernafas lagi?

Jangankan tenaga dalam, tenaga fisik atau tenaga lahiriyah saja, pada orang yang sudah tidak dapat bernafas lagi alias mati – sudah tidak ada lagi, tidak nampak lagi.

Jadi, nafas adalah unsur penting bagi kehidupan manusia.

Setelah itu air. Akan tetapi air ini, tidak penulis bahas dalam artikel kali ini.

Saking pentingnya nafas ini, maka banyak orang menganggap dirinya tidak bernafas lagi. Pokoknya, yang lebih penting dan utama baginya adalah UANG, KEKUASAAN dan PESONA / KHARISMA bagi lawan jenis.

Seharusnya, tiap tarikan dan hembusan nafas manusia, membuat tingkat kesadaran manusia lebih tinggi. tapi kenyataannya ? silahkan kita introspeksi saja sendiri…

Inilah pemahaman dasar Tenaga Dalam, pada artikel kita kali ini.

b. Syariat

Masih belum puas dengan dalil mengenai unsur nafas bagi tenaga dalam? atau ingin tahu dalilnya dalam kitab suci? kalau begitu, silahkan tutup saja halaman ini dan buka halaman atau situs situs politik berbau anarkis, penuh kebencian, atau situs-situs bertemakan mengumbar aurat.

Lho memangnya kenapa?

Karena, anda berada di level ‘syariat’ tetapi anda tidak tahu kemana tujuan anda. Akhirnya, anda hanya ikut-ikutan saja. Nunut manut saja. Padahal, syariat itu hanyalah sebuah cara atau jalan yang sudah dibakukan, untuk menuju ke…. (isi sendiri ya)

Syariat memang penting, tidak boleh ditinggalkan. Tetapi tidak ada artinya kalau kita ngerti apa tujuan syariat. Nanti yang ada, adalah profil-profil berpenampilan agamis, tetapi akhlak, budi, perilaku dan karakternya kasar lagi bengis.

Kok bisa?

Karena, jasmaninya hidup, tetapi ‘fu’ad’ nya mati. (silahkan cari tahu apa arti fu’ad).

Kembali lagi ke topik tanaga dalam.

Jadi, nafas adalah unsur penting dalam tenaga dalam. paling tidak dalam versi penulis.

3. Cara Membangkitkan Tenaga Dalam Melalui Nafas

ini pasti yang ditunggu-tunggu. tidak apa. sekarang jaman instan. proses tidak penting, yang penting hasil.

tapi sayangnya. penulis bukan tipe serba instan. makan mie instan saja perlu proses. apalagi tenaga dalam.

jadi bagi penganut paham instaners. silahkan anda kecewa dan tutup halaman ini.

karena proses membangkitkan tenaga dalam ini sangat panjang. khususnya bagi orang yang banyak dosa seperti penulis. jadi ya, introspeksi diri dan tahu diri aja. kalau memang anda merasa suci seperti bayi, ya pasti cepet prosesnya. jangan kuatir…

caranya mudah koq

a. Bernafas secara Alami

dasarnya adalah… ikuti saja hukum alam yang Tuhan ciptakan dengan penuh kesadaran, keihlasan dan rasa syukur. ituh

ya. bernafaslah seperti dasar di atas.

lho koq gitu doang?

ya mau bagaimana lagi? wong kita ini sudah diciptakan Tuhan sangat sempurna lengkap dengan sistemnya koq. itu saja kita lakoni dengan baik dan benar.

itu sih, saya lakoni setiap hari. mosok begitu saja disebut bisa membangkitkan tenaga dalam?

lho iya. coba sekarang tanya sama diri anda sendiri sebelum anda bertanya kepada orang lain:

  • Apakah anda masih suka pusing kepala nyut-nyutan, migren, vertigo, lalu gak tau harus bagaimana kecuali minum obat?
  • Apakah anda masih terserang batuk pilek, dan merasa gak bakal sembuh cepet (dalam hitungan jam) kecuali dengam minum resep dokter?
  • Apakah anda kuat begadang 3 hari 3 malam, terus besok paginya lari keliling lapangan bola 3 keliling tanpa minum doping?
  • Anda masih sering setres dan mengeluh jika ditimpa kesulitan, kesusahan, hambatan dan sejenisnya???

kalau jawaban anda positip semua, berarti anda tidak perlu lagi baca artikel ini. monggo , silahkan ditutup saja dan jadilah instruktur olahraga atau instruktur kesehatan.

tapi kalau jawabannya, sesuai dengan kenyataan di atas, maka coba anda belajar lagi mengenai tubuh anda. katanya sudah mampu bernafas dengan benar, katanya sudah paham tenaga dalam….

bernafas secara alami. dengan baik dan benar. merupakan kunci gerbang untuk membangkitkan tenaga dalam. kunci untuk membangkitkan kesadaran. kesadaran apa? ya sudah tentu kesadaran jiwa kita pada level tenaga dalam.

bingung? telan saja dulu, nanti kalau sudah dipraktekkan insyaAllah ngerti koq. gampang

ayo, kita mulai belajar bernafas lagi, yang bener. coba inget inget, aslinya kita bernafas itu bagaimana ya…

4. Hambatan dan Tantangan Dasar

Biasanya, jika kita termasuk orang yang ‘jorok’ lagi banyak dosa macam penulis ini. Maka bernafas yang benar itu merupakan barang ‘mewah’.

Memang, susah sekali rasanya mau bernafas secara alami ini.

Bagaimana tidak?

Lha wong sudah terbiasa nunut sama hawa nafsu. manut sama ego. Tidak ada keikhlasan. apalagi rasa syukur. pengennya cepet menuai hasil sesuai keinginan, bayangan dan harapan…

jadi, bernafas yang seharusnya enak dan otomatis berjalan dalam area bawah sadar, menjadi gak nyaman dan dipaksakan.

ini adalah hambatan dasar.

gimana caranya supaya cepet ‘tune in’?

ya ikhlas. sembari syukuri. masih diberi kesempatan dan kemampuan untuk bernafas. bla bla bla… (isi sendiri alasan syukur anda)

proses ini bisa lama. bisa sebentar,

Kalau anda orang yang terbiasa hidup berdasarkan ego anda. ya sabar saja. prosesnya pasti agak lamaan.

Hikmahnya, anda akan belajar menurunkan ‘tensi’ ego anda. Nah, lumayan kan. Walau tidak tahu masalah tenaga dalam, tapi sudah bisa mengendalikan ego!

sampai disini dulu. Nanti, dilain kesempatan akan saya sambung lagi.

5. Kesimpulan

Jangan sia-siakan nafas anda.

Kenapa harus mengorbankan pemberian Tuhan yang sangat luar biasa ini. Hanya untuk kepentingan, kesenangan, kepuasan materi yang anda tahu bahwa itu tidak kekal.

tiap tarikan dan hembusan nafas seharusnya membuat kita sadar. mawas diri. bersyukur. agar menjadi orang yang bertaqwa.

perlu diingat bahwa, bernafas bukan hanya bermanfaat untuk menghidupkan jasmani. tetapi juga sangat bermanfaat untuk menghidupkan kesadaran jiwa kita.

Kalau kita berkoar-koar sebagai ahli surga, atau merasa paling suci lagi benar, merasa paling banyak ilmu. Tetapi pada kenyataannya kita tidak mau tahu atau melupakan nafas yang Tuhan berikan kepada kita. Maka percayalah, kita sudah tertipu oleh hawa nafsu dan ego kita sendiri.

silahkan renungkan dan buktikan….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait